<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0" xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule">

<channel>
<title>Syafuan Rozi P2P LIPI </title>
<link>http://kebijakanpublik.multiply.com/</link>
<description>Ku dedikasikan web ini untuk para pemikir, penemu dan perubah. Para intelektual publik dan orang biasa yang peduli kepada perbaikan untuk kemajuan bersama. 

This site especially will be dedicated to man who knows the way, shows the way and goes the way for common prosperity of human kind and better life of next youth generation.  

Syafuan Rozi Soebhan
Peneliti P2P LIPI Jakarta
HP 08161963543</description>
<pubDate>Sun, 20 May 2007 12:25:52 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Tue, 29 Aug 2006 11:23:11 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>Syafuan Rozi P2P LIPI </title>
<url>http://images.kebijakanpublik.multiply.com/logo</url>
<link>http://kebijakanpublik.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>Semuanya Milik Allah Tuhan Alam Semesta</title>
<description>KEHILANGAN, MEMBUAT PIKIRAN TAK KERUAN......TAK SEMUANYA MILIK KITA, KARENANYA, KITA TAK PERLU MEMILIKI, HANYA MEMELIHARANYA DENGAN SEPENUH HATI DAN BAIK BAIK, DAN JIKA SAATNYA HILANG DAN PERGI.....MAKA KEBAHAGIAAN SELALU MENGIRINGI...KENANGAN SELALU MENGHIDUPKAN ARTI HIDUP ITU SENDIRI....</description>
<guid isPermaLink="true">http://kebijakanpublik.multiply.com/reviews/item/4</guid>
<pubDate>Tue, 29 Aug 2006 11:23:11 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Berfikir Positif adalah Kekuatan</title>
<description>Berpikirlah positif, Anda akan menjadi orang yang beruntung. Banyak cerita tentang keberuntungan berasal dari kejadian-kejadian yang tidak menguntungkan. Misalnya, kehilangan pekerjaan memunculkan ide besar untuk mulai bisnis sendiri dan menjadi majikan.Ditolak pun bisa
mendatangkan kesuksesan. Tetapi, untuk mendapatkan
keberuntungan diperlukan usaha. Dan mulailah sekarang juga untuk berusaha!
</description>
<guid isPermaLink="true">http://kebijakanpublik.multiply.com/reviews/item/3</guid>
<pubDate>Mon, 28 Aug 2006 09:34:15 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Aku Mengenal Diriku</title>
<description>Musuh utama manusia adalah dirinya sendiri.
Kegagalan terutama manusia adalah kesombongan.
Kebodohan terutama manusia adalah menipu
Kesedihan terutama manusia adalah iri hati.
Kesalahan terutama manusia adalah iri hati.
Dosa terutama manusia adalah menipu dirinya dan orang lain.
Sifat manusia yang paling dapat dipuji adalah semangatkeuletannya.
Kehancuran terbesar manusia adalah rasa keputusasaan.
Harta terutama manusia adalah kesehatan.
Hutang terbesar manusia adalah hutang budi.
Hadiah terutama manusia adalah lapang dada dan mau memaafkan.
Kekurangan terbesar manusia adalah sifat berkeluh kesah dan tidak memiliki kebijaksanaan.
Ketentraman dan kedamaian terutama manusia adalah suka berdana dan beramal. 

Bahagia, ada pada Jiwa yang Bisa Bersyukur
</description>
<guid isPermaLink="true">http://kebijakanpublik.multiply.com/reviews/item/2</guid>
<pubDate>Mon, 28 Aug 2006 09:30:56 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>REKONSTRUKSI KONTRAK POLITIK ROUSSEAU: MASA DEPAN INDONESIA</title>
<description>

REKONSTRUKSI PEMIKIRAN POLITIK ROUSSEAU:




&#160;Kontrak Politik&#160; dan Aplikasinya Untuk&#160; Masa Depan Indonesia


Oleh: Syafuan Rozi[1]


&#160;


“…Raja Adil Raja Disembah;
Raja Zalim, Raja Disanggah…”.


The social
contract shows Roousseau's ideas on how 


the community
should be governed and how the community 


should change the
way of life for the better….




Apa
itu Kontrak Sosial?


Idea
atau gagasan tentang kontrak sosial (social contract) telah dikemukakan
oleh Plato, seorang filsuf Yunani (Greek) lebih 2500 tahun yang lalu dalam
tulisannya Republic. Ramai selanjutnya para pemikir besar bidang politik
dan hukum yang terkemudian, menerangkan dan mengembangkan lebih lanjut konsep
kontrak sosial ini, diantaranya adalah Hugo Grotius, Imanuel Kant, John Locke,
Jean Jaques Rousseau dan Thomas Hobbes. 


Ahli-ahli
filsafat itu umumnya cenderung bersetuju tentang perlunya kontrak sosial atau
ikatan perjanjian antara ekseku...</description>
<guid isPermaLink="true">http://kebijakanpublik.multiply.com/journal/item/3</guid>
<pubDate>Mon, 28 Aug 2006 09:21:38 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>BALLADE POUR SCIENCE</title>
<guid isPermaLink="true">http://kebijakanpublik.multiply.com/music/item/2</guid>
<pubDate>Mon, 28 Aug 2006 08:50:25 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Memindahkan Ibukota Negara </title>
<description>

Rubrik Opini , Republika,
Sabtu,&#160;04 Maret 2006
Memindahkan Ibukota Negara 
Oleh : Syafuan Rozi
Peneliti P2P LIPI Jakarta


Ibukota perlu hijrah! Pisahkan pusat politik dengan pusat ekonomi. Gagasan
ini mungkin akan mengernyitkan dahi banyak orang. Jakarta sudah tidak nyaman,
mau apa lagi? 


Jika berbagai masalah sosial menumpuk di Jakarta, bisa jadi karena Jakarta
adalah ibukota negara sekaligus tempat konsentrasi uang dan pembangunan yang
begitu cepat. Ibarat gula, berbondong-bondong semut (pencari kerja) berdatangan
ke Jakarta. Jakarta menjadi kota yang kumuh, macet, panas, banyak kejahatan,
dan pembangunan yang tambal sulam --menggusur, membongkar pasang-- tanpa henti.


Masalah perkotaan akibat kelebihan kepadatan penduduk telah menghasilkan
ketidaknyamanan kota, polusi, parahnya kemacetan, pengangguran, kriminalitas,
dan kemiskinan, terjadi akibat orang se-nusantara berlomba mengadu nasib di
Jakarta. Sementara lahan tempat tinggal dan pembukaan lapa...</description>
<guid isPermaLink="true">http://kebijakanpublik.multiply.com/journal/item/2</guid>
<pubDate>Mon, 28 Aug 2006 08:24:40 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Puslit Politik LIPI Jakarta</title>
<description>Pusat Penelitian Nasional
Bidang Ilmu Pengetahuan</description>
<guid isPermaLink="true">http://kebijakanpublik.multiply.com/links/item/1</guid>
<pubDate>Mon, 28 Aug 2006 08:13:50 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Renungan kemerdekaan</title>
<description>Renungan Di Hari Kemerdekaan
Friday, 25 Aug 2006 02:22:01
Setiap kali kita berumur panjang, ada kesempatan menarik nafas di udara bulan Agustus. Kemudian kalau tergetar mau melihat dan merasakan denyut kehidupan di sekitar kita di nusantara, akan muncul tanya dan harap: benarkah kita sudah merdeka? Jawabannya, bisa ya bisa juga tidak. Jawaban ya, kalau argumentasinya kita sudah tidak dijajah lagi secara militer oleh kolonial asing Belanda atau Jepang seperti ‘tempoe doleoe’. Jawaban bisa tidak, kalau alasannya: masih banyak rakyatku di lapis menengah ke bawah yang masih tertekan oleh penggusuran tempat berusaha tanpa solusi, biaya pendidikan yang mahal belum tuntas berpihak kepada ‘orang kecil’, sekolah yang hampir roboh, ongkos berobat melambung, kavling rumah yang semakin sempit dan tak terjangkau, jalanan ibukota yang macet total dan bikin stress warganya, kekhawatiran terjangkit demam berdarah dan flu burung, busung lapar, anak-anak terlantar dan manula di jalanan, kejahatan hipn...</description>
<guid isPermaLink="true">http://kebijakanpublik.multiply.com/reviews/item/1</guid>
<pubDate>Mon, 28 Aug 2006 08:11:51 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>New Album 6</title>
<guid isPermaLink="true">http://kebijakanpublik.multiply.com/photos/album/6</guid>
<pubDate>Mon, 28 Aug 2006 08:01:14 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>New Album 5</title>
<guid isPermaLink="true">http://kebijakanpublik.multiply.com/photos/album/5</guid>
<pubDate>Mon, 28 Aug 2006 07:52:53 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>New Album 4</title>
<guid isPermaLink="true">http://kebijakanpublik.multiply.com/photos/album/4</guid>
<pubDate>Mon, 28 Aug 2006 07:48:19 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Masyarakat dan Hak Informasi Publik</title>
<description>

ANALISIS KEBIJAKAN UU HAK MASYARAKAT 


MEMPEROLEH INFORMASI PUBLIK


&#160;


Oleh Syafuan Rozi


Periset di Pusat Penelitian Politik (P2P) 


LIPI, Jakarta 


Email: syafuan.rozi@lipi.go.id


&#160;


Pengantar


Dalam suatu negara yang masyarakatnya ingin maju
berkembang, adanya transparansi kebijakan dan terbukanya ruang publik untuk
mengakses informasi seperti layaknya sang ikan yang butuh air untuk hidup.&#160; Prinsip yang mengatur agar dibukanya&#160; akses publik untuk memperoleh aneka
informasi dan regulasi, sanksi dan reward, kejelasan biaya dan waktu
pengurusan/perizinan/aneka dokumen, tersedianya berbagai temuan/paper ilmiah
untuk diakses lewat situs internet dan aneka informasi lain yang berguna,
jelas, lagi bermutu adalah merupakan keperluan yang sebenarnya merupakan hak
setiap warga negara yang selama ini terabaikan, walaupun mereka telah membayar
aneka macam pajak dan retribusi kepada negara. 


&#160;


Informasi yang tertu...</description>
<guid isPermaLink="true">http://kebijakanpublik.multiply.com/journal/item/1</guid>
<pubDate>Mon, 28 Aug 2006 07:19:18 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>